Perjalanan konsisten PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) terus berlanjut. Setelah aktif berpartisipasi dalam asesmen S&P Global dari 2022 hingga 2025 dan mencatat skor ESG 71 pada 31 Maret 2026 lalu, WIKA Beton menerima kunjungan delegasi lembaga pemeringkat internasional tersebut di Kantor Pusat Jakarta pada Rabu (24/6).
Momentum ini sekaligus menjadi ruang diskusi mendalam terkait arah pelaporan keberlanjutan menuju standar International Sustainability Standards Board (ISSB) Asia Pasifik, serta praktik terbaik kalkulasi kerentanan fisik aset dan mitigasi kuantitatif atas dampak finansial iklim.

Direktur Teknik dan Produksi WIKA Beton, Verly Widiantoro, menyambut kunjungan S&P Global sebagai simbol positif.
“Kehadiran S&P Global memvalidasi bahwa standar produksi WIKA Beton telah terkalibrasi dengan parameter ketat internasional. WIKA Beton menjadikan skor 71 ini bukan sekadar pencapaian seremonial, melainkan landasan strategis untuk melakukan gap assessment, mengukur kerentanan aset, dan memastikan daya saing operasional WIKA Beton tetap relevan secara global.”
Menyambung strategi penguatan tersebut, Director of Business Development – Sustainable1 S&P Global, Leo Kurniawan, menambahkan bahwa penilaian dari lembaga pemeringkat sejatinya adalah katalis bagi transformasi internal perusahaan.
“Penilaian S&P bukanlah tujuan akhir. Sebaliknya, melalui seluruh proses ini, kami mendorong perusahaan untuk membangun kapasitas internalnya. Hal ini bertujuan agar perusahaan memiliki kerangka kerja yang sangat solid, serta metodologi yang ilmiah dan tangguh dalam menguji berbagai data. Pada akhirnya, kapabilitas ini mempersiapkan perusahaan untuk merumuskan strategi yang secara spesifik disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.”
Senada dengan hal itu, Head of East Asia, Climate and Sustainability Services S&P Global, Judy Su, juga mengingatkan pentingnya metrik keberlanjutan berbasis angka riil yang dapat memandu keputusan manajemen.
“Keberlanjutan bukan lagi sekadar narasi, bukan lagi sebatas deskripsi atau semacam analisis kualitatif mengenai apa yang telah kita lakukan. Keberlanjutan harus menjadi sebuah penilaian yang kuantitatif, terukur, dan berdampak, sehingga benar-benar dapat dipahami oleh para investor dan manajemen.”

Ke depan, integrasi transparansi metrik dan wawasan manajemen risiko iklim ini akan menjadi fondasi utama ekspansi bisnis WIKA Beton. Langkah ini diproyeksikan mampu mendorong penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, sekaligus mengukuhkan daya tahan fundamental WIKA Beton di dalam ekosistem Danantara dan BUMN.
S&P Global Visits WIKA Beton: Proof that ESG Practices Are More Than Just a Narrative
The consistent journey of PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) in implementing Environmental, Social, and Governance (ESG) principles continues to progress. Following active participation in S&P Global assessments from 2022 to 2025 and achieving an ESG score of 71 on March 31, 2026, WIKA Beton welcomed a delegation from the international rating agency to its headquarters in Jakarta on Wednesday (6/24).
This occasion served as a platform for in-depth discussions regarding the direction of sustainability reporting toward International Sustainability Standards Board (ISSB) Asia-Pacific standards, as well as best practices for calculating physical asset vulnerability and quantitatively mitigating climate-related financial impacts.
WIKA Beton’s Director of Technical and Production, Verly Widiantoro, welcomed the S&P Global visit as a positive symbol of the company’s progress.
“The presence of S&P Global validates that WIKA Beton’s production standards are calibrated to rigorous international parameters. WIKA Beton views this score of 71 not merely as a ceremonial achievement, but as a strategic foundation to conduct gap assessments, measure asset vulnerability, and ensure that WIKA Beton’s operational competitiveness remains globally relevant.”
Building on this strengthening strategy, Leo Kurniawan, Director of Business Development – Sustainable1 at S&P Global, added that assessments from rating agencies are essentially catalysts for a company’s internal transformation.
“An S&P assessment is not the final goal. On the contrary, through this entire process, we encourage companies to build their internal capacity. This ensures the company possesses a robust framework and a scientific, resilient methodology for testing various data points. Ultimately, this capability prepares the company to formulate strategies that are specifically tailored to its business needs.”
Echoing this sentiment, Judy Su, Head of East Asia for Climate and Sustainability Services at S&P Global, emphasized the importance of data-driven sustainability metrics to guide management decisions.
“Sustainability is no longer just a narrative; it is no longer limited to descriptions or qualitative analysis of past actions. Sustainability must be a quantitative, measurable, and impactful assessment that can be clearly understood by investors and management alike.”
Moving forward, the integration of metric transparency and insights into climate risk management will serve as the primary foundation for WIKA Beton’s business expansion. This initiative is projected to drive long-term value creation for shareholders while reinforcing WIKA Beton’s fundamental resilience within the Danantara and BUMN ecosystem.




