PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) memperkuat komitmen keberlanjutan melalui pengembangan roadmap dekarbonisasi yang mengacu pada kerangka Science Based Targets initiative (SBTi). Inisiatif ini diawali dengan kegiatan “Kick-Off Meeting Development of GHG Emissions Inventory, SBTi Target Alignment and Roadmap NZE” yang diselenggarakan di Tamansari Hive Office, Jakarta, pada 29 April 2026.
Bekerja sama dengan PT Bumi Global Karbon (BGK), program ini difokuskan pada pengembangan inventarisasi emisi gas rumah kaca, penyelarasan target dekarbonisasi, serta penyusunan roadmap menuju Net Zero Emission (NZE) secara bertahap dan terstruktur.
Direktur Teknik & Produksi sekaligus Chief of Sustainability Officer WIKA Beton, Verly Widiantoro, menyampaikan bahwa integrasi aspek keberlanjutan ke dalam rantai pasok dan operasional perusahaan menjadi salah satu prioritas utama dalam memperkuat daya saing bisnis ke depan.
“Penyusunan target penurunan emisi yang mengacu pada kerangka SBTi merupakan langkah strategis untuk memastikan arah dekarbonisasi perusahaan semakin terukur, applicable, dan achievable. Melalui inisiatif ini, WIKA Beton ingin memastikan setiap lini operasional dapat berkontribusi terhadap efisiensi, pengurangan dampak lingkungan, dan penciptaan nilai jangka panjang,” ujarnya.
Program ini juga menjadi bagian dari penguatan kesiapan WIKA Beton dalam menghadapi perkembangan standar pelaporan keberlanjutan global, termasuk pelaporan berbasis IFRS S1 dan IFRS S2. Dengan memperkuat inventarisasi emisi dan roadmap dekarbonisasi, Perusahaan dapat meningkatkan transparansi pengungkapan strategi iklim, memperkuat tata kelola ESG, serta memitigasi risiko iklim secara lebih sistematis.
Direktur BGK, Lydiawati, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah penting bagi perusahaan di Indonesia yang mulai mengintegrasikan pendekatan berbasis sains ke dalam strategi dekarbonisasi.
“Pengembangan roadmap NZE yang mengacu pada kerangka SBTi akan membantu perusahaan membangun peta jalan dekarbonisasi yang lebih terarah, berbasis data, dan dapat diimplementasikan secara bertahap sesuai kondisi bisnis perusahaan,” ungkapnya.
Melalui inisiatif ini, WIKA Beton menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat praktik bisnis yang berkelanjutan dan rendah emisi. Strategi dekarbonisasi tersebut diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam penciptaan nilai jangka panjang bagi pelanggan, investor, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan.
WIKA Beton Strengthens Decarbonization Roadmap Based on SBTi Framework
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) is strengthening its sustainability commitment through the development of a decarbonization roadmap that refers to the Science Based Targets initiative (SBTi) framework. The initiative commenced with the “Kick-Off Meeting Development of GHG Emissions Inventory, SBTi Target Alignment and Roadmap NZE” held at Tamansari Hive Office, Jakarta, on April 29, 2026.
In collaboration with PT Bumi Global Karbon (BGK), this program focuses on developing a greenhouse gas emission inventory, aligning decarbonization targets, and drafting a roadmap toward Net Zero Emission (NZE) in a gradual and structured manner.
Director of Technical & Production as well as Chief of Sustainability Officer of WIKA Beton, Verly Widiantoro, stated that integrating sustainability aspects into the company’s supply chain and operations is a top priority in strengthening future business competitiveness.
“Formulating emission reduction targets based on the SBTi framework is a strategic step to ensure the company’s decarbonization direction is increasingly measurable, applicable, and achievable. Through this initiative, WIKA Beton aims to ensure that every operational line can contribute to efficiency, environmental impact reduction, and long-term value creation,” he remarked.
This program is also part of strengthening WIKA Beton’s readiness to face evolving global sustainability reporting standards, including reporting based on IFRS S1 and IFRS S2. By strengthening the emission inventory and decarbonization roadmap, the Company can enhance transparency in climate strategy disclosures, strengthen ESG governance, and mitigate climate risks more systematically.
Director of BGK, Lydiawati, stated that this initiative is a significant step for companies in Indonesia that are beginning to integrate science-based approaches into their decarbonization strategies.
“Developing an NZE roadmap that refers to the SBTi framework will help companies build a decarbonization roadmap that is more targeted, data-driven, and can be implemented gradually according to the company’s business conditions,” she noted.
Through this initiative, WIKA Beton reaffirms its commitment to continuously strengthening sustainable and low-emission business practices. The decarbonization strategy is expected to be a key pillar in long-term value creation for customers, investors, business partners, and all stakeholders.




