WIKA Beton Kembali ke Pulau Pari: Tanam 5.500 Mangrove dan Transplantasi 150 Terumbu Karang

WIKA Beton Kembali ke Pulau Pari: Tanam 5.500 Mangrove dan Transplantasi 150 Terumbu Karang

Pulau Pari selalu punya daya tarik tersendiri. Sebagai salah satu penggerak pariwisata dan ekonomi utama di Kepulauan Seribu, pulau ini nyaris tak pernah sepi pengunjung. Namun, di balik keramaian tersebut, tersimpan tanggung jawab besar untuk menyeimbangkan pesatnya roda pariwisata dengan kelestarian ekosistem laut yang kian rentan.

Berangkat dari realitas itulah, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) ke Pulau Pari dan kembali menyelenggarakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pelaksanaan program ini juga bertepatan dengan momen menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia yang diselenggarakan pada Jumat (7/8) di Pantai Kresek dengan menanam 5.500 bibit mangrove dan mentransplantasi 150 unit terumbu karang.

Tentu saja, langkah pelestarian ini tidak ditempuh WIKA Beton sendirian. Mengingat pelestarian lingkungan adalah tugas yang mengaitkan banyak pihak sehingga WIKA Beton bersama anak usahanya, PT Wijaya Karya Komponen Beton dan PT Citra Lautan Teduh, merangkul elemen Komunitas Lintas Sektoral Pulau Pari. Mulai dari Kepolisian, TNI, KSOP, Dishub, Damkar, PAM JAYA, Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air, Sudin Lingkungan Hidup, Sudin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sudin Kesehatan, Satpol PP, PK3D, FKDM, hingga PPSU.

Kenapa Pulau Pari?

Hubungan WIKA Beton dengan masyarakat Pulau Pari sebenarnya telah terjalin cukup panjang sejak tahun 2022. Kala itu, WIKA Beton merespons sebuah realitas yang mendesak mengenai tingginya aktivitas pariwisata di kawasan ini sehingga membawa risiko abrasi yang semakin mengancam.

Menyadari betul bahwa mangrove adalah benteng alami terbaik untuk menahan abrasi, serta terumbu karang sebagai jantung pertahanan keanekaragaman hayati laut, WIKA Beton memilih untuk konsisten mengawal pesisir ini. Jika diakumulasikan hingga hari ini, WIKA Beton telah berhasil menanam total 7.800 bibit mangrove dan mentransplantasi 250 unit terumbu karang di perairan Pulau Pari.

Chief of Sustainability Officer WIKA Beton, Verly Widiantoro, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan di Pulau Pari berfokus pada pendekatan langsung yang bermanfaat bagi warga.

“Kolaborasi ini menjadi bukti konsistensi WIKA Beton dalam menjalankan program TJSL yang berkelanjutan, bukan hanya sesaat. Kepercayaan untuk memimpin sinergi bersama WIKA Beton Group tahun ini menjadi bukti bahwa pendekatan berkelanjutan yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.”

Bagi WIKA Beton, merawat Pulau Pari menjadi komitmen dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Kolaborasi lintas sektoral ini diyakini tidak hanya akan memperkuat WIKA Beton sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN, tetapi juga terus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

WIKA Beton Returns to Pari Island: Plants 5.500 Mangroves and Transplants 150 Coral Reefs

Pari Island has always had its own unique charm. As one of the main drivers of tourism and the economy in the Kepulauan Seribu, the island is rarely devoid of visitors. However, behind the bustling crowds lies a significant responsibility to balance the rapid pace of tourism with the preservation of an increasingly vulnerable marine ecosystem.

Driven by this reality, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) returned to Pari Island to host another Corporate Social Responsibility (CSR) program. Coinciding with the celebration of Indonesia’s Independence Day, the initiative was held on Friday (7/8) at Kresek Beach, where the company planted 5.500 mangrove seedlings and transplanted 150 coral reefs.

Naturally, WIKA Beton did not undertake this conservation effort alone. Recognizing that environmental preservation requires collective action, WIKA Beton, alongside its subsidiaries PT Wijaya Karya Komponen Beton and PT Citra Lautan Teduh, collaborated with the Pulau Pari Cross-Sectoral Community. This extensive synergy involved the Police, TNI, KSOP, Dishub, Damkar, PAM JAYA, and various regional sub-agencies encompassing Water Resources, Environment, Tourism and Creative Economy, Health, Satpol PP, PK3D, FKDM, and PPSU.

Why Pari Island?

WIKA Beton’s relationship with the Pari Island community has been well-established since 2022. At that time, the company responded to a pressing reality for the high volume of tourist activity in the area was bringing an increasingly severe risk of coastal abrasion.

Fully aware that mangroves act as the best natural defense against abrasion, and that coral reefs serve as the heart of marine biodiversity, WIKA Beton has chosen to consistently safeguard this coastline. To date, the company has successfully planted a total of 7,800 mangrove seedlings and transplanted 250 coral reefs in the waters of Pulau Pari.

Verly Widiantoro, Chief of Sustainability Officer at WIKA Beton, emphasized that the company’s presence in Pulau Pari focuses on a hands-on approach that directly benefits the local community.

“This collaboration is a testament to WIKA Beton’s consistency in executing sustainable CSR programs, rather than just one-off initiatives. Being entrusted to lead this synergy alongside the WIKA Beton Group this year proves that our sustainable approach delivers a tangible impact on both the environment and coastal communities.”

For WIKA Beton, nurturing Pari Island represents a firm commitment to implementing the company’s Environmental, Social, and Governance (ESG) principles. This cross-sectoral collaboration is expected not only to strengthen WIKA Beton as part of the Danantara and State-Owned Enterprises (BUMN) ecosystem but also to continuously generate added value for the surrounding community.

Share:

Lainnya

Send Us A Message

Send Us A Message