WHOME Solusi Hunian Tetap untuk Percepatan Pemulihan Pasca-Bencana di Indonesia

WHOME

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) meluncurkan WIKA Beton Home (WHOME), produk hunian pracetak tipe 36 m² dengan sistem modular. Unit ini dirancang dengan ruang tamu, dua kamar tidur, dapur, dan kamar mandi dalam tata ruang yang kompak serta fungsional. Desain fleksibel memungkinkan penyesuaian tata letak sesuai preferensi pengguna, menjadikannya solusi yang dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan penghuni dan pengembang.

WHOME menerapkan teknik konstruksi modular pracetak dengan siklus perakitan struktur selama 48 jam (2 hari). Durasi keseluruhan dari pemasangan hingga siap huni mencapai 20 hari, jauh lebih cepat dibandingkan konstruksi konvensional. Sistem ini mengurangi limbah material dan meminimalkan ketergantungan pada tenaga kerja lapangan, sehingga meningkatkan efisiensi biaya dan waktu proyek.

Struktur WHOME telah diuji melalui pengujian siklik penuh di Laboratorium Balai Besar Struktur Bangunan dan Geoteknik (BBSBG) Kementerian Pekerjaan Umum, Bandung. Hasil validasi menunjukkan WHOME memenuhi klasifikasi Kategori Desain Seismik (KDS) D, sehingga dapat diaplikasikan di 21 kota besar berzona gempa tinggi, termasuk Merauke, Samarinda, Palangka Raya, Pontianak, Makassar, Palembang, dan Pangkalpinang. Produk ini mematuhi standar SNI untuk ketahanan gempa dan beton struktural, menjamin integritas bangunan di wilayah rawan gempa.

Rumah contoh WHOME Tipe 36 dibangun di Pabrik Precast Bogor (PPB Bogor) pada 10–29 Juni 2025, sebagai bukti nyata untuk memvalidasi sistem pemasangan dan konstruksi. Produk ini telah memperoleh perlindungan paten dengan nomor P00202506104, yang melindungi keunikan desain dan metodologi teknis.

WHOME menargetkan segmen hunian ekonomis dengan spesifikasi teknis yang kokoh, menawarkan alternatif bagi pengembang dan pembeli akhir yang mengutamakan kecepatan konstruksi, keamanan seismik, dan harga terjangkau. Penempatan produk ini relevan dengan kebutuhan pasar perumahan di Indonesia, khususnya di kawasan perkotaan dan pinggiran kota dengan permintaan tinggi tetapi anggaran terbatas.

Share:

More

Send Us A Message