WIKA Beton Bersama WIKA Group Bawa Pulau Pari Adopsi Circular Waste

WIKA Beton Bersama WIKA Group Bawa Pulau Pari Adopsi Circular Waste

Pulau Pari selalu punya cara untuk memikat siapa saja yang datang. Pasir putihnya, deburan ombak yang tenang, dan keramahan warga pesisir membuatnya menjadi salah satu primadona di Kepulauan Seribu.

Namun, di balik pesona pariwisata yang memikat hingga 2.500 wisatawan setiap akhir pekannya, tersimpan sebuah ironi yang membebani ekosistem pesisir yaitu tumpukan sampah yang mencapai satu ton per minggu.

Bagi WIKA Group, realitas ini bukanlah sekadar angka statistik lingkungan, melainkan panggilan untuk turun tangan. Apalagi mengingat kedekatan Pulau Pari dengan WIKA Beton sejak 2022.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, pada Kamis (6/8) lalu, WIKA Beton bersama WIKA Group hadir menyambangi Pulau Pari. Bersama masyarakat setempat, Komunitas Lintas Sektoral, dan disaksikan langsung oleh Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan, perusahaan merajut sebuah inisiatif bertajuk Pari Island Circular Waste Initiative.

Kolaborasi ini membuktikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) WIKA Beton. Chief Sustainability Officer WIKA Beton, Verly Widiantoro, ikut menyampaikan semangat kolaborasi masyarakat dalam acara tersebut.

“Saat kembali ke Pulau Pari, kami melihat semangat warga yang sangat besar untuk merawat tempat tinggal mereka. Karena itu, kami tidak sekadar memberi bantuan alat, tapi juga membangun sistem. Kami ingin melihat warga bangga karena sampah yang dulunya jadi masalah, sekarang justru bisa menjadi rezeki untuk keluarga dan memajukan kawasan mereka sendiri.”

Kolaborasi ini menyatukan seluruh entitas dari berbagai lapisan dalam menjaga “kemilau Pulau Pari”. Dalam program ini terdapat tiga inisiatif yang dilakukan.

Dari Ruang Kelas Menuju Kesadaran Lingkungan

Langkah pertama bermula dari tempat di mana masa depan para generasi muda dibentuk, yaitu ruang kelas. Di SD-SMP Negeri 1 Atap Pulau Pari, WIKA Group memberikan fasilitas dan edukasi pengolahan sampah organik dan anorganik mengguanakan maggot box.

Edukasi yang diberikan kepada siswa dan tenaga pendidik ini diyakini sebagai investasi jangka panjang. Perusahaan berharap mereka tumbuh dengan kesadaran bahwa sampah organik sisa makanan bukanlah limbah tak berguna, melainkan bagian dari rantai kehidupan yang bisa bernilai guna.

Sampah yang Bermanfaat

Langkah kedua, WIKA Group merangkul Komunitas Lintas Sektoral Pulau Pari untuk mengembangkan Bank Sampah. Melalui pendekatan ekonomi sirkular berupa drop posdengan pembangunan Ruang Daur Ulang untuk aktivitas pencacahan sampah plastik yang kemudian akan dijual untuk diolah kembali.

Sistem bank sampah ini dirancang sebagai pusat pengumpulan, pemilahan, penimbangan, penyimpanan sementara, hingga persiapan pengelolaan sampah plastik sebelum disalurkan ke mitra daur ulang. Kedepannya, setiap kilogram sampah yang disetorkan warga mampu meningkatkan perekonomian sekitar.

Mempercantik Pantai Kresek

Terakhir, perhatian perusahaan turut tertuju pada Pantai Kresek. Destinasi yang kerap menjadi titik kumpul wisatawan ini disentuh melalui program beautifikasi dan penghijauan. WIKA Group menata kembali lanskap kawasannya, memberikan fasilitas pendukung kebersihan seperti drop box sampah plastik, serta menanam bibit-bibit pohon pelindung.

Hal ini dilakukan dengan harapan dengan lingkungan yang asri dan fasilitas kebersihan yang memadai, wisatawan akan segan untuk membuang sampah sembarangan.

Kolaborasi Sepuluh Entitas untuk Satu Tujuan

Tentu, inisiatif masif ini tidak lahir dari langkah tunggal. WIKA Beton, yang telah memiliki rekam jejak panjang mendampingi warga Pulau Pari sejak 2022, dipercaya mengambil peran sebagai lead collaborator.

Namun, kekuatan sesungguhnya dari program ini terletak pada kolaborasi. Sepuluh entitas di bawah bendera besar WIKA Group turun tangan memadukan sumber daya mulai dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk selaku induk, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton), PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), PT Wijaya Karya Bitumen, PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON), PT Wijaya Karya Industri Energi (WINNER), PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty), PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WRK), PT Wijaya Karya Serang Panimbang, dan PT Wijaya Karya Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ).

Pada akhirnya, Pari Island Circular Waste Initiative adalah tentang harmonisasi manusia dan alamnya. WIKA Group berharap model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular ini bisa menjadi cetak biru (blueprint) yang menghidupkan kembali kesejahteraan masyarakat pesisir. Karena, sebaik-baiknya kemajuan pariwisata adalah yang tidak meninggalkan jejak kerusakan, melainkan jejak kebermanfaatan.

WIKA Beton Together with WIKA Group Brings Pari Island to Adopt Circular Waste

Pari Island always has a way to captivate anyone who visits. Its white sand, the gentle crash of calm waves, and the friendliness of the coastal residents make it one of the main attractions in the Thousand Islands.

However, behind the captivating tourism charm that attracts up to 2,500 tourists every weekend, lies an irony that burdens the coastal ecosystem, namely the accumulation of trash that reaches one ton per week.

For WIKA Group, this reality is not merely an environmental statistic, but a calling to step in. Especially considering the close relationship between Pari Island and WIKA Beton since 2022.

Stemming from this concern, last Thursday (6/8), WIKA Beton together with WIKA Group came to visit Pari Island. Together with the local community, the Cross-Sectoral Community, and witnessed directly by the Regent of the Thousand Islands, Muhammad Fadjar Churniawan, the company crafted an initiative entitled the Pari Island Circular Waste Initiative.

This collaboration proves the Environmental, Social, and Governance (ESG) principles of WIKA Beton’s Social and Environmental Responsibility (TJSL) program. The Chief Sustainability Officer of WIKA Beton, Verly Widiantoro, conveyed the spirit of community collaboration during the event.

“When returning to Pari Island, we saw the residents’ immense enthusiasm to care for their home. Therefore, we do not merely provide equipment assistance, but also build a system. We want to see the residents proud because the waste that used to be a problem can now actually become a source of income for their families and advance their own area.”

This collaboration unites all entities from various layers in maintaining the “sparkle of Pari Island”. In this program, there are three initiatives carried out.

From the Classroom to Environmental Awareness

The first step began from the place where the future of the younger generation is shaped, namely the classroom. At SD-SMP Negeri 1 Atap Pulau Pari, WIKA Group provided facilities and education on organic and inorganic waste processing using maggot boxes.

The education provided to students and educators is believed to be a long-term investment. The company hopes they grow with the awareness that organic food waste is not useless waste, but rather a part of the chain of life that can have a functional value.

Useful Waste

For the second step, WIKA Group embraced the Pari Island Cross-Sectoral Community to develop a Waste Bank. Through a circular economy approach in the form of drop posts with the construction of a Recycling Room for plastic waste shredding activities, which will then be sold to be reprocessed.

This waste bank system is designed as a center for collection, sorting, weighing, temporary storage, up to the preparation of plastic waste management before being channeled to recycling partners. Moving forward, every kilogram of waste deposited by residents will be able to improve the local economy.

Beautifying Kresek Beach

Lastly, the company’s attention was also directed to Kresek Beach. This destination, which is often a gathering point for tourists, was touched upon through a beautification and greening program. WIKA Group rearranged the area’s landscape, provided cleanliness supporting facilities such as plastic waste drop boxes, and planted shade tree seedlings.

This was done with the hope that with a beautiful environment and adequate cleanliness facilities, tourists will hesitate to litter.

Collaboration of Ten Entities for One Goal

Certainly, this massive initiative was not born from a single step. WIKA Beton, which has a long track record of assisting the residents of Pari Island since 2022, was trusted to take on the role of lead collaborator.

However, the true strength of this program lies in collaboration. Ten entities under the great banner of WIKA Group stepped in to combine resources, starting from PT Wijaya Karya (Persero) Tbk as the parent company, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton), PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), PT Wijaya Karya Bitumen, PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON), PT Wijaya Karya Industri Energi (WINNER), PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty), PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WRK), PT Wijaya Karya Serang Panimbang, and PT Wijaya Karya Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ).

In the end, the Pari Island Circular Waste Initiative is about the harmonization of humans and their nature. WIKA Group hopes that this circular economy-based waste management model can become a blueprint that revives the welfare of coastal communities. Because the best tourism advancement is one that does not leave a trail of destruction, but rather a trail of benefits.

Share:

More

Send Us A Message

Send Us A Message