Merayakan hari jadi bukan sekadar tentang selebrasi, tetapi juga tentang jejak kebaikan yang ditorehkan. Di usia yang menginjak 29 tahun, WIKA Beton membawa langkah hijau ke Lahan Karingau.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), WIKA Beton hadir di kawasan pesisir Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur pada (18/02). Aksi ini berkolaborasi dengan Kelompok Nelayan Semangat Baru RT 02.
Sebanyak 1.900 bibit pohon mangrove ditanam secara bergotong royong di lahan Kariangau. Inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian besar penanaman total 2.900 pohon mangrove yang dicanangkan oleh perusahaan untuk merayakan HUT ke-29.
Pemilihan mangrove tentu bukan tanpa alasan. Tanaman pesisir ini ibarat benteng pelindung alami yang sangat tangguh menahan abrasi. Mengingat hutan mangrove adalah ‘paru-paru’ yang sangat efektif menyerap dan menurunkan emisi karbon, aksi ini menjadi langkah penting untuk menahan laju perubahan iklim.
Bagi warga sekitar, keberadaan ekosistem mangrove yang sehat membawa berkah tersendiri. Akar-akar mangrove yang rimbun akan menjadi rumah yang aman bagi ikan, udang, dan kepiting untuk berkembang biak. Pada akhirnya, pelestarian ini akan bermuara pada peningkatan hasil tangkapan dan kesejahteraan nelayan setempat dalam jangka panjang.
Bagi WIKA Beton, menancapkan satu bibit mangrove hari ini berarti sedang membangun fondasi kehidupan yang lebih baik. Langkah pelestarian ini mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya akan terus membesar seiring berjalannya waktu.
Perusahaan sangat menyadari bahwa pembangunan infrastruktur yang baik adalah pembangunan yang tidak mengorbankan alam. Melalui inisiatif lingkungan ini, WIKA Beton terus memperkuat komitmen keberlanjutan serta penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) di setiap lini operasinya.
WIKA Beton percaya, menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab adalah cara terbaik untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat luas.
1,900 Mangroves in Kariangau
Celebrating an anniversary is not merely about festivities, it is also about leaving a positive legacy. As it turns 29, WIKA Beton has brought a green initiative to Kariangau.
Through its Corporate Social and Environmental Responsibility (TJSL) program, WIKA Beton visited the Kariangau coastal area in Balikpapan, East Kalimantan, on February 18. This initiative was carried out in collaboration with the Semangat Baru Fishermen Group of RT 02.
A total of 1,900 mangrove seedlings were planted collectively in Kariangau. This initiative is part of a larger campaign to plant a total of 2,900 mangroves, initiated by the company to commemorate its 29th anniversary.
The choice of mangroves was certainly not without reason. These coastal plants act as a robust natural fortress against abrasion. Furthermore, as mangrove forests serve as ‘lungs’ that effectively absorb and reduce carbon emissions, this action represents a crucial step in mitigating climate change.
For the surrounding community, a healthy mangrove ecosystem brings its own blessings. The dense mangrove roots provide a safe sanctuary for fish, shrimp, and crabs to breed. Ultimately, these conservation efforts will lead to increased catches and improved long-term welfare for local fishermen.
For WIKA Beton, planting a single mangrove seedling today means building a better foundation for the future. This environmental preservation step may seem simple, but its impact will continue to grow over time.
The company recognizes that excellent infrastructure development is one that does not compromise nature. Through this environmental initiative, WIKA Beton continues to strengthen its commitment to sustainability and the implementation of Environment, Social, and Governance (ESG) principles across all lines of its operations.
WIKA Beton believes that delivering sustainable and responsible solutions is the best way to maintain the trust of the wider community.




