Skip to main content
x

Lingkungan

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DALAM MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

Kebijakan

Kebijakan Perseroan untuk menjaga kelestarian lingkungan tertuang pada berbagai kegiatan yang dilakukan dalam program PKBL. Dalam menentukan program PKBL, setiap wilayah penjualan dan pabrik mengedepankan kebutuhan pokok masyarakat sekitar dalam kegiatan kemasyarakatan seperti kegiatan keagamaan, kepemudaan, perayaan hari besar nasional dan daerah. Pelaksanaan program PKBL dilakukan setelah Perseroan berinteraksi dan terlibat langsung dengan masyarakat sekitar untuk menentukan jenis program yang tepat sasaran dan dibutuhkan bagi masyarakat. Kegiatan bisnis dapat berjalan dengan lancar, dan Perseroan meraih laba serta tumbuh dan berkembang sesuai dengan target yang ditetapkan apabila lingkungan kerja sehat serta saling bersinergi.

Kegiatan yang Dilakukan

Tanggung jawab sosial perusahaan dalam bidang lingkungan dilaksanakan setiap tahun sebagai bukti keseriusan Perseroan dalam menjaga dan melindungi alam. Beberapa kegiatan yang dilakukan seperti penanaman pohon, pengolahan limbah, serta melakukan analisis mengenai dampak lingkungan.

Pengelolaan Limbah

Pengelolaan Limbah Dalam proses pembuatan beton, Perseroan menghasilkan limbah produksi yang tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Sebelum keluar pabrik, limbah tersebut dialirkan terlebih dahulu ke kolam penampung untuk membersihkannya dari endapan lumpur. Air yang sudah bersih dari kandungan lumpur dialirkan ke bak penyaringan, sedangkan endapan lumpurnya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk pengerasan infrastruktur lingkungan seperti jalan dan tanggul.

Volume endapan lumpur yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar pada 2016 sebesar 3.532 m3 sedangkan pada 2015 sebesar 92.179 m3. Endapan lumpur tersebut dimanfaatkan untuk pengerasan berbagai infrastruktur seperti di dalam tabel di bawah ini:

Waste Management

 

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Secara berkala, Perseroan bekerja sama dengan auditeksternal untuk mengaudit sistem manajemen keselamatan kerja yang mana didalamnya juga mencakup penanganan limbah yang dihasilkan Perseroan. Selama ini limbah yang dihasilkan Perseroan berupa limbah cair yang kemudian dilakukan pengolahan kembali untuk dipergunakan lagi ataupun dibuang pada tempat-tempat yang telah ditentukan. Untuk limbah padat, Perseroan bekerja sama dengan  masyarakat setempat untuk memanfaatkan imbah  tersebut sebagai penutup tanah maupun perbaikan jalan lingkungan.

Sedangkan limbah debu selalu dijaga berdasarkan ketentuan ambang batas Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL) dan dieliminasi dengan penghijauan dan penanaman pohon di sekitar pabrik Perseroan. Dalam memperhatikan aspek-aspek dampak lingkungan, selain melakukan penanaman pohon dan pengelolaan limbah, Perseroan menaati peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah khususnya peraturan dalam lingkungan hidup. Bentuk tanggung jawab tersebut adalah dengan mengajukan perizinan berupa analisis dampak lingkungan UKL-UPL. Adapun perizinan di bidang lingkungan hidup yang diperoleh Perseroan sebagai berikut:

Licensing of EnvironmentLicensing of Environment

Penggunaan Material dan Energi yang Ramah Lingkungan

Penerapan konsep bangunan hijau (green building) yang ramah lingkungan saat ini mengalami tren yang pesat dalam dunia konstruksi. Salah satu bagian penting dalam konsep bangunan hijau adalah penggunaan materialmaterial konstruksi yang ramah lingkungan, termasuk beton. Material konstruksi diambil, diproduksi, digunakan dan dirawat dengan seminimal mungkin berkontribusi pada kerusakan lingkungan. Beton diproduksi dengan komposisi material semen, pasir, kerikil, dan air, serta bahan-bahan tambahan lainnya untukmencapai kualitas beton yang diinginkan. Beberapa bahan material tersebut memiliki kontribusi dalam menghasilkan energy dan limbah yang cukup besar sehingga sangat berpengaruh pada kondisi lingkungan. Dalam upaya mereduksi pengaruh negatif atas bahan material produksi beton, Perseroan telah melakukan kajian dan pemanfaatan terhadap penggunaan material dan energy produksi beton yang lebih ramah lingkungan, diantaranya:

  • Pemanfaatan material lain seperti fly ash, hulk ash, abu ampas tebu, metakaolin, silika fume sebagai pozzolan yang dapat mengurangi sebagian penggunaan semen;
  • Pengembangan rancang campur beton mutu tinggi, penggunaan material daur ulang, material buatan dan limbah industri seperti tailing, bottom ash, feronikel dan gelas sebagai agregat;
  • Pengembangan bacteria-based self healing concrete atau beton yang dapat memperbaiki sendiri dengan memanfaatkan bakteri;
  • Penggunaan material pengganti semen sebagai bahan dasar pengikat beton seperti alkali activated material dan geopolymer yakni material yang dibentuk dengan menggunakan aktivasi alkali pada material dasar yang kaya silica alumina sebagai precursor.