{"version":"1.0","provider_name":"WIKA\u00a0Beton","provider_url":"https:\/\/www.wika-beton.co.id\/en","title":"Seni Tenang di Industri Beton: Kuntjara - WIKA\u00a0Beton","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"0O9Yd2hCVu\"><a href=\"https:\/\/www.wika-beton.co.id\/en\/berita\/seni-tenang-di-industri-beton-kuntjara\/\">Seni Tenang di Industri Beton: Kuntjara<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/www.wika-beton.co.id\/en\/berita\/seni-tenang-di-industri-beton-kuntjara\/embed\/#?secret=0O9Yd2hCVu\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Seni Tenang di Industri Beton: Kuntjara&#8221; &#8212; WIKA\u00a0Beton\" data-secret=\"0O9Yd2hCVu\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/www.wika-beton.co.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":"https:\/\/www.wika-beton.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/BCL07485-scaled.jpg","thumbnail_width":2560,"thumbnail_height":1439,"description":"Bukan proyek, bukan penghargaan, dan bukan laporan kegiatan. Kali ini tentang &#8220;pemimpin&#8221; yang memiliki makna berbeda dari setiap individu. Bagi WIKA Beton, pemimpin dengan jejak mendalam karena kemampuannya menjaga arah kompas perusahaan saat angin industri berembus kencang sangat dibutuhkan. Kuntjara, nama yang sudah tidak asing lagi di dunia material konstruksi dan WIKA Beton. Ia seperti sosok &#8220;Bapak &#8221; yang menemani dan mendukung anaknya bertumbuh kembang. Bagaimana tidak, ketika ia sudah bersama perusahaan ini selama 28 Tahun. Ia memulai perjalanannya pada tahun 1998 sebagai Staf Bagian Teknik Kantor Pusat. Dari titik awal tersebut, kariernya terus menanjak secara organik melalui berbagai lini krusial, mulai dari penjualan hingga pemasaran. Kuntjara kemudian dipercaya mengemban posisi Direktur Pemasaran pada periode 2017\u20132020, yang berlanjut sebagai Direktur Pemasaran &amp; Pengembangan pada 2020\u20132022. Sampai pada 14 April 2022, ia dipanggil sebagai Direktur Utama. &#8220;Gampang-gampang, sulit&#8221; kalau kata generasi sekarang. Tetapi tidak mudah tentunya untuk membawa gelar tersebut tanpa pengetahuan dan pengalaman yang ia bangun selama 28 Tahun. Ia membawa perusahaan beton pracetak terbesar di Indonesia ini pada era ketika kompetisi konstruksi tidak lagi sekadar kemenangan volume proyek, melainkan disiplin eksekusi, kesehatan arus kas, tata kelola yang kokoh, serta keberanian untuk bertransformasi. Rangkaian perjalanan ini yang menjadi modalnya. Memimpin di Industri material konstruksi membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan membaca laporan keuangan di atas meja kerja. Pemimpinnya harus mampu mengenali proses bisnis dari lantai pabrik, memahami logika teknis sebuah proyek, merespons kebutuhan pelanggan, mengalkulasi tekanan riil di lapangan, hingga menjaga hubungan dengan pemangku kepentingan. Dengan latar belakang pendidikan teknik sipil dan manajemen pemasaran, Kuntjara membawa kombinasi kompetensi yang jarang ditemui dengan kaki yang menapak kuat di lantai operasional, dan mata yang tajam membaca arah pergerakan pasar. Transformasi untuk Bisnis yang &#8220;Sehat&#8221; Momentum pemulihan WIKA Beton mulai terlihat nyata pada tahun 2024. Di bawah arahannya, perusahaan berhasil membukukan omzet penjualan sebesar Rp4,90 triliun. Di tengah lanskap pasar yang menantang, perusahaan terbukti tetap konsisten mencetak laba yangg dibuktikan pada tahun 2025 dengan mencatatkan perolehan kontrak baru Rp4,01 triliun dan laba yang diatribusikan sebesar Rp40,02 miliar. Namun, kualitas kepemimpinan yang sesungguhnya tidak hanya diuji saat grafik performa bergerak naik. Tahun 2025 hadir membawa tantangan industri yang jauh lebih kompetitif dan selektif. Di bawah kepemimpinan Kuntjara, kata kunci strategis WIKA Beton mengalami pergeseran paradigma dari sekedar mengejar skala &#8220;besar&#8221; menuju pemantapan kondisi yang &#8220;sehat&#8221;. Laporan Direksi 2025 menegaskan komitmen korporasi untuk berfokus pada penjualan yang bankable, pengendalian piutang yang ketat, optimalisasi pemanfaatan aset, serta prioritas pada proyek-proyek dengan kepastian pembayaran yang jelas. Ini merupakan perubahan cara berpikir yang fundamental di industri konstruksi. Kontrak bernilai fantastis mungkin tampak fantastis di atas kertas, namun kesehatan arus kas (cash flow) yang masuk secara riil lah yang menjaga keberlangsungan hidup perusahaan. Four Roles of Leadership Sisi lain yang membuat kepemimpinan Kuntjara menonjol adalah ketegasannya dalam membawa WIKA Beton menuju arah bisnis yang berkelanjutan. Di bawah kendalinya, aspek lingkungan bukan lagi sekadar pelengkap komunikasi korporat, melainkan terintegrasi disetiap lini bisnis mulai dari pengelolaan material, efisiensi energi, pengendalian emisi, konservasi air, hingga manajemen limbah pabrik. Komitmen ini dibuktikan dengan keberhasilan WIKA Beton meraih sertifikasi Environmental Product Declaration (EPD) dan Greenship Solution Endorsement (GSE). Disusul pada tahun 2026, WIKA Beton meraih ESG Score sebesar 71 dari S&amp;P Global Corporate Sustainability Assessment. Skor ini menempatkan perusahaan dalam jajaran kelompok 13 persen teratas dunia untuk sektor material konstruksi. Tidak hanya perusahaan, gaya kepemimpinan Kuntjara juga diakui. Pada 14 Februari 2025, ia dinobatkan sebagai The Best CEO 2024 oleh Majalah SWA. Penilaian tersebut didasarkan pada survei independen terhadap karyawan dengan mengukur pendekatan Four Roles of Leadership: pathfinder (penentu arah), alignment (penyelaras), empower (pemberdaya), dan role model (panutan). Keberhasilan ini berlanjut pada tahun 2026, di mana ia dianugerahi penghargaan sebagai TOP Leader on CSR Commitment 2026, bersanding dengan pencapaian korporasi mengantongi penghargaanTOP CSR Awards 2026 #Corporate Level Star 5 serta Golden Trophy. Kuntjara Untuk WIKA Beton Esensi menarik dari kepemimpinan Kuntjara bukanlah citra personal yang heroik, melainkan caranya membawa WIKA Beton melangkah masuk ke fase korporasi yang lebih dewasa. Fokus perusahaan kini seimbang antara kapasitas produksi dengan kualitas pendapatan, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), implementasi ESG, diversifikasi pasar, pengembangan inovasi produk, dan solusi beton rendah karbon demi menciptakan bisnis yang berkelanjutan. Menariknya, lebih dari separuh porsi kontrak baru tersebut berasal dari sektor pelanggan swasta. Angka ini merefleksikan keberhasilan strategi diversifikasi pasar dalam mengurangi ketergantungan pada ekosistem induk usaha sekaligus memperluas ruang pertumbuhan bisnis secara mandiri. Kepemimpinannya bekerja layaknya seorang insinyur yang sedang membangun fondasi kokoh dengan jeli memilih proyek yang tepat, menegakkan disiplin organisasi, menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, dan memastikan bahwa setiap produk beton yang keluar dari pabrik tidak hanya menopang infrastruktur fisik perkeretaapian, pelabuhan, jalan, atau hunian, tetapi juga menopang masa depan bisnis yang jauh lebih berkelanjutan. The Art of Composure in the Concrete Industry: Kuntjara This is not a story about projects, awards, or activity reports. This time, it is about a &#8220;leader&#8221; a term that holds a different meaning for everyone. For WIKA Beton, a leader who leaves a profound mark by steadily guiding the company\u2019s compass amidst fierce industry headwinds is absolutely essential. Kuntjara is a highly recognized name in the construction materials industry and within WIKA Beton. He embodies a &#8220;father&#8221; figure who accompanies and nurtures the growth of his children. This is hardly surprising, considering he has dedicated 28 years to the company. He commenced his journey in 1998 as an Engineering Staff at the Head Office. From this starting point, his career ascended organically through various crucial divisions, ranging from sales to marketing. Kuntjara was subsequently entrusted with the role of Marketing Director for the 2017\u20132020 period, transitioning into the Director of Marketing &amp; Development from 2020 to 2022. Ultimately, on April 14, 2022, he was appointed as the President Director. It is &#8220;deceptively simple,&#8221; as the younger generation might say. However, bearing such a title is certainly no easy feat without the wealth of knowledge and experience he has accumulated over 28 years. He leads Indonesia&#8217;s largest precast concrete company in an era where competition in the construction sector is no longer merely"}